Sabtu, 07 Desember 2013

pengertian tata panggung teater

  1. Pengetahuan Tata Pentas

            Tata pentas bisa disebut juga dengan scenery atau pemandangan latar belakang (Background) tempat memainkan lakon. Tata pentas dalam pengertian luas adalah suasana seputar gerak laku di atas pentas dan semua elemen-elemen visual atau yang terlihat oleh mata yang mengitari pemeran dalam pementasan. Tata pentas dalam pengertian teknik terbatas yaitu benda yang membentuk suatu latar belakang fisik dan memberi batas lingkungan gerak laku. Dengan mengacu pada definisi di atas dapat ditarik suatu pengertian bahwa tata pentas adalah semua latar belakang dan benda-benda yang ada dipanggung guna menunjang seorang pemeran memainkan lakon.

       Sebelum memahami lebih jauh tentang tata pentas, kita perlu mengetahui apa yang dimaksud pentas itu sendiri. Pentas menurut Pramana Padmodarmaya ialah tempat pertunjukan dengan pertunjukan kesenian yang menggunakan manusia (pemeran) sebagai media utama. Dalam hal ini misalnya pertunjukan tari , teater tradisional ( ketoprak, ludruk, lenong, longser, randai makyong, mendu, mamanda, arja dan lain sebagainya), sandiwara atau drama nontradisi baik sandiwara baru maupun teater kontemporer. Webster mendefinisikan pentas sebagai suatu tempat yang tinggi dimana lakon-lakon drama dipentaskan atau suatu tempat dimana para aktor bermain. Sedang W.J.S. Purwadarminta dalam kamus umum bahasa Indonesia menerangkan pentas sebagai lantai yang agak ketinggian dirumah (untuk tempat tidur) ataupun di dapur (untuk memasak). Dengan demikian kalau disimpulkan pentas adalah suatu tempat dimana para penari atau pemeran menampilkan seni pertunjukan dihadapan penonton.

         Selain istilah pentas kita mengenal istilah panggung. Panggung menurut Purwadarminta ialah lantai yang bertiang atau rumah yang tinggi atau lantai yang berbeda ketinggiannya untuk bermain sandiwara, balkon atau podium. Dalam seni pertunjukan panggung dikenal dengan istilah Stage melingkupi pengertian seluruh panggung. Jika panggung merupakan tempat yang tinggi agar karya seni yang diperagakan diatasnya dapat terlihat oleh penonton, maka pentas juga merupakan suatu ketinggian yang dapat membentuk dekorasi, ruang tamu, kamar belajar, rumah adat dan sebagainya. Jadi beda panggung dengan pentas ialah pentas dapat berada diatas panggung atau dapat pula di arena atau lapangan.

         Dari pengertian di atas dapat dijelaskan, pentas merupakan bagian dari panggung yaitu suatu tempat yang ditinggikan yang berisi dekorasi dan penonton dapat jelas melihat. Dalam istilah sehari-hari sering disebut dengan panggung pementasan, dan apabila suatu seni pertunjukan dipergelarkan tanpa menggunakan panggung maka disebut arena pementasan. Sehingga pementasan dapat diadakan diarena atau lapangan.
Kini yang dianggap pentas bagi seni pertunjukan kontemporer tidak saja berupa panggung yang biasa terdapat pada sebuah gedung akan tetapi keseluruhan dari pada gedung itulah pentas, yakni panggung dan tempat orang menonton. Sebab pada penampilan seni pertunjukan tokoh dapat saja turun berkomunikasi dengan penontonnya atau ia dapat muncul dari arah penonton. Seperti istilah Shakespeare bahwa seluruh dunia ini adalah pentas ( all the word’s stage). Dengan begitu bisa saja setiap lingkungan masyarakat memiliki sebuah pentas yang memadai dan sesuai untuk mementaskan sebuah seni pertunjukan.

            2. Macam-Macam Panggung
      Secara fisik bentuk panggung dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu panggung tertutup, panggung terbuka dan panggung kereta. panggung tertutup terdiri dari panggung prosenium, panggung portable dan juga dapat berupa arena. Sedangkan panggung terbuka atau lebih dikenal dengan sebutan open air stage dan bentuknya juga bermacam-macam.

              a. Panggung Prosenium atau Panggung Pigura
     Panggung prosenium merupakan panggung konvensional yang memiliki ruang prosenium atau suatu bingkai gambar melalui mana penonton menyaksikan pertunjukan. Hubungan antara panggung dan auditorium dipisahkan atau dibatasi oleh dinding atau lubang prosenium. Sedangkan sisi atau tepi lubang prosenium bisa berupa garis lengkung atau garis lurus yang dapat disebut dengan pelengkung prosenium (Proscenium Arch).

         Panggung prosenium dibuat untuk membatasi daerah pemeranan dengan penonton. Arah dari panggung ini hanya satu jurusan yaitu kearah penonton saja, agar pandangan penonton lebih terpusat kearah pertunjukan. Para pemeran diatas panggung juga agar lebih jelas dan memusatkan perhatian penonton. Dalam kesadaran itulah maka keadaan pentas prosenium harus dapat memenuhi fungsi melayani pertunjukan dengan sebaik-baiknya.

        Dengan kesadaran bahwa penonton yang datang hanya bermaksud untuk menonton pertunjukan, oleh karena itu harus dihindarikan sejauh mungkin apa yang nampak dalam pentas prosenium yang sifatnya bukan pertunjukan. Maka dipasanglah layar-layar (curtain) dan sebeng-sebeng (Side wing). Maksudnya agar segala persiapan pertunjukan dibelakang pentas yang sifatnya bukan pertunjukan tidak dilihat oleh penonton. Pentas prosenium tidak seakrab pentas arena, karena memang ada kesengajaan atau kesadaran membuat pertunjukan dengan ukuran-ukuran tertentu. Ukuran-ukuran atau nilai-nilai tertentu dari pertunjukan itu kemudian menjadi konvensi. Maka dari itu pertunjukan yang melakukan konvensi demikian disebut dengan pertunjukan konvensional.


           
                     b. Panggung Portable
     Panggung portable yaitu panggung tanpa layar muka dan dapat dibuat di dalam maupun di luar gedung dengan mempergunakan panggung (podium, platform) yang dipasang dengan kokoh di atas kuda-kuda. Sebagai tempat penonton biasanya mempergunakan kursi lipat. Adegan-adegan dapat diakhiri dengan mematikan lampu (black out) sebagai pengganti layar depan. Dengan kata lain bahwa panggung portable yaitu panggung yang dibuat secara tidak permanen.

                             
                          c. Panggung Arena
              Panggung arena merupakan bentuk panggung yang paling sederhana dibandingkan dengan bentuk-bentuk pangung yang lainnya. Panggung ini dapat dibuat di dalam maupun di luar gedung asal dapat dipergunakan secara memadai. Kursi-kursi penonton diatur sedemikian rupa sehingga tempat panggung berada di tengah dan antara deretan kursi ada lorong untuk masuk dan keluar pemain atau penari menurut kebutuhan pertunjukan tersebut. Papan penyangga (peninggi) ditempatkan di belakang masing-masing deret kursi, sehingga kursi deretan belakang dapat melihat dengan baik tanpa terhalang penonton dimukanya. Sebagai penganti layar pada akhir pertunjukan atau pergantian babak dapat digunakan dengan cara mematikan lampu (black out). Perlengkapan tata lampu dapat dibuatkan tiang-tiang tersendiri dan penempatannya harus tidak mengganggu pandangan penonton.
Berbagai ragam bentuk panggung arena adalah sebagai berikut :

c.1. Panggung arena tapal kuda adalah panggung dimana separuh bagian pentas atau panggung masuk kebagian penonton sehingga membentuk lingkaran tapal kuda.



c.2. Panggung arena ¾, berarti ¾ dari panggung masuk kearah penonton atau dengan kata lain penonton dapat menyaksikan pementasan dari tiga sisi atau arah penjuru panggung. Panggung arena ¾ biasanya berupa pentas arena bentuk U.


arti drama dalam teater

                                           Arti Drama

  1. Drama berarti perbuatan, tindakan. Berasal dari bahasa Yunani “draomai” yang berarti berbuat, berlaku, bertindak dan sebagainya.
  2. Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak.
  3. Konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok drama.
Dalam bahasa Belanda, drama adalah toneel, yang kemudian oleh PKG Mangkunegara VII dibuat istilah Sandiwara.

                                   Arti Teater

  1. Secara etimologis: Teater adalah gedung pertunjukan atau auditorium.
  2. Dalam arti sempit: Teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak
  3. Dalam arti luas: Teater adalah drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media yaitu percakapan, gerak dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor, musik, nyanyian, tarian, dsb.

Akting Yang Baik

Akting tidak hanya berupa dialog saja, tetapi juga berupa gerak.
Dialog yang baik ialah dialog yang:
  • Terdengar (volume baik)
  • Jelas (artikulasi baik)
  • Dimengerti (lafal benar)
  • Menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)
Gerak yang balk ialah gerak yang:
  • Terlihat (blocking baik)
  • Jelas (tidak raguragu, meyakinkan)
  • Dimengerti (sesuai dengan hukum gerak dalam kehidupan)
  • Menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)

Unsur-Unsur Dalam Teater

Unsur-unsur dalam teater antara lain:

1. Naskah atau Skenario

Naskah atau Skenario berisi kisah dengan nama tokoh dan dialog yang diucapkan .

2. Pemeran

    Pemain merupakan orang yang memerankan tokoh tertentu. Ada tiga jenis pemain, yaitu peran utama, peran pembantu dan peran tambahan atau figuran. Dalam film atau sinetron, pemain biasanya disebut Aktris untuk perempuan, dan Aktor untuk laki-laki.

3. Sutradara

     Sutradara adalah seseorang yang memimpin jalanya sebuah produksi, dari pra produksi sampai pascaproduksi. Baik dari segi kreatif maupun teknis, dengan menggunakan sistem single kamera maupun multi kamera, didalam ruangan atau di luar ruangan.

4. Properti

    Properti merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan teater. Contohnya kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan lain-lain

5.Penataan

    Seluruh pekerja yang terkait dengan pementasan teater, antara lain:
1. Tata Rias adalah cara mendadandani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih meyakinkan.
2. Tata Busana adalah pengaturan pakaian pemain agar mendukung keadaan yang menghendaki. Contohnya pakaian sekolah berbeda dengan pakaian harian.
3. Tata Lampu adalah pencahayaan dipanggung.
4. Tata Suara adalah pengaturan pengeras suara.

sejarah teater


                                                  Sejarah Teater

       Kata tater atau drama berasal dari   bahasa Yunani ”theatrom”
yang berarti  seeing Place (Inggris).  Tontonan  drama  memang
menonjolkan  percakapan  (dialog) dan gerak-gerik para pemain (aktif)
di panggung. Percakapan dan gerak-gerik itu  memperagakan  cerita
yang  tertulis  dalam  naskah.  Dengan  demikian, penonton  dapat
langsung  mengikuti  dan  menikmati  cerita  tanpa  harus
membayangkan.

       Teater sebagai tontotan sudah ada sejak zaman dahulu. Bukti
tertulis pengungkapan  bahwa  teater  sudah  ada  sejak  abad  kelima
SM.  Hal  ini didasarkan temuan naskah teater kuno di Yunani.
Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun  525-456 SM.  Isi
lakonnya berupa persembahan untuk memohon kepada dewa-dewa.

       Lahirnya  adalah  bermula  dari  upacara  keagamaan  yang
dilakukan para  pemuka  agama,  lambat  laun  upacara  keagamaan  ini
berkembang, bukan hanya berupa nyanyian, puji-pujian, melainkan juga
doa dan cerita yang  diucapkan  dengan  lantang,  selanjutnya
upacara  keagamaan  lebih menonjolkan penceritaan.

       Sebenarnya   istilah   teater   merujuk   pada   gedung
pertunjukan, sedangkan   istilah   drama   merujuk   pada
pertunjukannya,   namun   kini kecenderungan  orang  untuk  menyebut
pertunjukan  drama  dengan  istilah teater.

1.  Mengapresiasikan Karya Seni Teater
       Kegiatan   berteater   dalam   kehidupan   masyarakat   dan
budaya Indonesia  bukan  merupakan  sesuatu  yang  asing  bahkan
sudah  menjadi bagian  yang  tidak  terpisahkan,  kegiatan  teater
dapat  kita  lihat     dalam peristiwa-peristiwa  Ritual  keagamaan,
tingkat-tingkat  hidup,  siklus  hidup (kelahiran,   pertumbuhan
dan   kematian)   juga   hiburan.   Setiap   daerah mempunyai keunikan
dan kekhasan dalam tata cara penyampaiannya. Untuk dapat mengapresiasi
dengan baik mengenai seni teater terutama teater yang ada di
Indonesia  sebelumnya kita harus memahami apa seni teater itu  ?
bagaimana ciri khas teater yang berkembang di wilayah negara kita.

2.  Pengertian Teater
   arti luas teater adalah segala tontonon yang dipertunjukan didepan
orang banyak, misalnya wayang golek, lenong, akrobat, debus, sulap,
reog, band dan sebagainya.
   arti  sempit  adalah  kisah  hidup  dan  kehidupan  manusia  yang
diceritakan  diatas  pentas,  disaksikan  oleh  orang  banyak,  dengan
media :  percakapan,gerak  dan  laku dengan  atau  tanpa  dekor,
didasarkan pada naskah tertulis denga diiringi musik, nyanyian dan
tarian.

       Teater  adalah  salah  satu  bentuk  kegiatan  manusia  yang
secara  sadar menggunakan tubuhnya sebagai unsur utama untuk
menyatakan dirinya yang diwujudkan  dalam  suatu  karya  (seni
pertunjukan)  yang  ditunjang  dengan unsur  gerak,  suara,  bunyi
dan  rupa  yang  dijalin  dalam  cerita  pergulatan tentang kehidupan
manusia.

Unsur-unsur teater menurut urutannya :
•        Tubuh manusia sebagai unsur utama (Pemeran/ pelaku/ pemain/actor)
•        Gerak  sebagai unsur  penunjang  (gerak  tubuh,gerak  suara,gerak
         bunyi dan gerak rupa)
•        Suara sebagai unsur penunjang (kata, dialog, ucapan pemeran)
•        Bunyi sebagai efek Penunjang (bunyi benda, efek dan musik)
•        Rupa sebagai unsur penunjang (cahaya, dekorasi, rias dan kostum)
•        Lakon sebagai unsur penjalin (cerita, non cerita, fiksi dan narasi)

       Teater sebagai hasil karya (seni) merupakan satu kesatuan yang
utuh antara manusia  sebagai  unsur  utamanya  dengan  unsur  -unsur
penunjang  dan penjalinnya. Dan dapat dikatakan bahwa teater merupakan
perpaduan segala macam pernyataan seni.

3. Bentuk Teater Indonesia berdasarkan pendukungnya :
a.  Teater rakyat yaitu teater yang didukung oleh masyarakat kalangan
pedesaan , bentuk teater ini punya karakter bebas tidak terikat oleh
kaidah-kaidah pertunjukan yang   kaku, sifat nya spontan,improvisasi.
Contoh : lenong, ludruk, ketoprak dll.
b.  Teater Keraton yaitu   Teater yang lahir dan berkembang
dilingkungan keraton dan kaum bangsawan. Pertunjukan dilaksanakan
hanya untuk lingkungan   terbatas  dengan   tingkat   artistik
sangat   tinggi,cerita berkisar pada kehidupan kaum bangsawan yang
dekat dengan dewadewa . Contoh : teater Wayang
c.  Teater  Urban  atau  kota-kota.  Teater  ini    Masih  membawa
idiom bentuk rakyat dan keraton . teater jenis ini   lahir dari
kebutuhan yang timbul    dengan    tumbuhnya    kelompok-kelompok
baru    dalam masyarakat    dan  sebagai  produk  dari  kebutuhan
baru  ,  sebagai fenomena modern dalam seni pertunjukan di Indonesia.
d.  Teater kontemporer,yaitu teater yang menampilkan peranan manusia
bukan  sebagai  tipe  melainkan  sebagai  individu .  dalam  dirinya
terkandung potensi yang besar untuk tumbuh dengan kreatifitas yang
tanpa batas. Pendukung    teater ini masih sedikit yaitu orang-orang
yang  menggeluti  teater  secara  serius  mengabdikan  hidupnya  pada
teater  dengan  melakukan  pencarian,  eksperimen  berbagai  bentuk
teater untuk mewujudkan teater Indonesia masa kini.

       Sebagian besar daerah di Indonesia mempunyai kegiatan berteater
yang tumbuh  dan  berkembang  secara  turun  menurun.  Kegiatan  ini
masih bertahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang erat
hubungannya dengan budaya agraris (bertani) yang tidak lepas dari
unsur-unsur ritual kesuburan, siklus kehidupan maupun hiburan.
Misalnya : untuk memulai menanam padi harus diadakan upacara   khusus
untuk meminta bantuan leluhur agar padi yang ditanam subur, berkah dan
terjaga dari berbagai gangguan.  Juga  ketika  panen,  sebagai
ucapan  terima  kasih  maka dilaksanakan  upacara  panen.  Juga
peringatan  tingkat-tingkat  hidup seseorang  (kelahiran, khitanan,
naik pangkat/ status dan kematian dll) selalu  ditandai  dengan
peristiwa-peristiwa  teater  dengan  penampilan berupa tarian,nyanyian
maupun cerita,   dengan acara, tata cara yang unik dan menarik.

       Teater  rakyat  adalah  teater  yang  hidup  dan  berkembang
dikalangan masyarat untuk memenuhi kebutuhan ritual dan hiburan
rakyat.

Senin, 02 Desember 2013

macam-macam topologi

                                                                        TOPOLOGI


      Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 6 kategori utama seperti di bawah ini.
Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas
  1. Topologi BUS
  2. Topologi bintang
  3. Topologi cincin
  4. Topologi mesh
  5. Topologi pohon
  6. Topologi linier
  7. *Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
    1. Jaringan terpusat
      Jaringan ini terdiri dari komputer klien dan peladen yang mana komputer klien yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer peladen
    2. Jaringan terdistribusi
      Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer peladen yang saling berhubungan dengan klien membentuk sistem jaringan tertentu.
  8. Berdasarkan media transmisi data
    1. Jaringan berkabel (Wired Network
      Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.
    2. Jaringan nirkabel(Wi-Fi)
      Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

      Berikut jenis-jenis topologi jaringan:

                                        1. Topologi BUS

       

      Keunggulan topologi Bus:


      1. Penggunaan kabel sedikit, sehingga terlihat sederhana dan hemat biaya.
      2. Pengembangan menjadi mudah.

      Kelemahan topologi Bus:

    3. Jaringan akan terganggu bila salah satu komputer rusak.
    4. Jika tingkat traffic tinggi dapat menyebabkan kemacetan.
    5. Membutuhkan Repeater untuk jarak jaringan yang terlalu jauh (jika menggunakan kabel coaxial).
    6. Bila terjadi gangguan yang terlalu serius, maka proses pengiriman data menjadi lambat karena lalu lintas jaringan penuh dan padat akibat tidak ada pengontrol User.
    7. Deteksi kesalahan sangat kecil, sehingga bila terjadi gangguan maka sulit sekali mencari kesalahan tersebut.
     

2. Topologi Star 



Keunggulan topologi Star:
  1. Fleksibel dalam hal pemasangan jaringan baru, tanpa mempengaruhi jaringan yang sudah ada sebelumnya.
  2. Bila salah satu kabel koneksi User putus, maka hanya komputer  User yang bersangkutan saja yang tidak berfungsi dan tidak mempengaruhi User yang lain (keseluruhan hubungan jaringan masih tetap bekerja).

                               Kelemahan topologi Star:
  1. Boros dalam pemakaian kabel, jika dihubungkan dengan jaringan yang lebih besar dan luas.
  2. Bila pengiriman data secara bersamaan waktunya, dapat terjadi Collision.




Topologi Jaringan Ring
Topologi Jaringan ring adalah topologi berbentu cincin,yang menghubungkan beberapa komputer dalam satu node sehingga berbentuk tampak lingkaran,topologi ini saling menghubungkan komputer dalam posisi yang sama dan kerusakan salah satu nodenya akan mengganggu transfer data ke node lainnya.
 


   Keuntungan
  • Terjadinya kegagalan koneksi akibat gangguan media dapat di atasi dengan jalur lain yang masih terhubung.
  •  Penggunaan sambungan poin to pion membuat transmission eror dapat di perkecil.
   Kerugian
Jika data yang dikirim melalui banyak computer, transfer data menjadi lambat.



        Topologi Jaringan Tree atau Topologi Pohon
 Topologi Jaringan tree adalah topologi yang berbentu pohon,yang memiliki satu server dan clientnya di gabungkan melalui node node pade kabel,dan jika salah satu client dibagian tengah terganggu maka client yang berada dibawah client yang bermasalah tersebut akan ikut bermasalah juga.



Topologi Jaringan Mesh
Topologi Jaringan mesh adalah topologi istimewa,dikatakan istimewa karena topologi ini lain dari pada topologi lainnya,karena topologi ini diseusaikan dengan kebutuhan dan kemampuan dari pemiliknya,atau administratornya ,topologi ini dipakai pada jaringan yang memiliki sedikit client dan biasanya topologi ini langsung dihubungkan dengan perangkat jaringan.
 




         
        Keuntungan dari penggunaan topologi mesh:
• Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault
tolerance.
• Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan
yang berlebih.
• Relatiflebihmudah untukdilakukan troubleshoot.

         Kerugian dari Penggunaan TopologiMesh
• Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang
saat jumlah komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung semakin
meningkatjumlahnya.
• Biaya yang besar untukmemelihara hubungan yang berlebih.